THE PRAYER di Penghujung Sya’ban

September 21st, 2006 by fachrieldurra

THE PRAYER di Penghujung Sya’ban
Dipenghujung Syaban
  menjelang bulan Ramadhan
  bulan yang selalu kita tunggu-tunggu,
  telah menyelinapkan sebuah asa…the prayer …
  doa ditemani bintang malam yg selalu berkelip
  sebuah harapan di hati kita masing-masing. …berbuat lebih baik
  dihari Esok…..
  amin.

Renungan

September 21st, 2006 by fachrieldurra
Renungan

Wahai sahabat….Tanpa disadari waktu terus berjalan dengan
cepat, yang tidak bisa kita kembali lagi untuk mengulangnya. Apakah semua amalan kita sudah cukup
untuk bekal kita nanti? berhati-hatilah terhadap kegelinciran yang tidak kita sadari.Bawalah bekal
dari dunia sebelum mati. Marilah kita koreksi kembali diri kita masing-masing (instropeksi), dan
takutlah kepada Allah ketika khalwat (sendiri). Berfikirlah, renungkanlah, berlombalah
dan perbanyaklah amal-amal dalam usia yang pendek ini:

Sebelum ada panggilan
perpisahan

Sebelum mati datang tiba-tiba

Sebelum terhalang antara diri dan antara
kesukaan dalam hidup ini

Sebelum berangan-angan untuk kembali ke dunia, dimana hal itu tidak
mungkin terjadi

Wahai Sahabat…Persiapkanlah bekal untuk perjalanan kita yang hampir
sampai waktunya. Perjalanan yang tidak mungkin kembali. Bersungguh-sungguhlah dan bersiap-siaplah
untuk perjalanan tersebut. Perbanyaklah amal-amalshalih, sebab tak lama lagi dunia ini akan berpisah
dengan kita dan akhirat segera menjelang. Bekal untuk perpisahan ke rumah abadi harus disediakan.
Bangkit dan tanamkan ketaqwaan dalam perkataan dan perbuatan. Jangan terlalu berbangga dengan
kehidupan dunia. Jangan memperbanyak hal-hal yang membawa dosa. Hati-hatilah dan jangan tertipu oleh
angan-angan yang menyesatkan.

Dibelakang kita adalah kuburan-kuburan yang mengerikan, mencekam
dan penuh ancaman yang menyulitkan. Nafas terasa sempit dan akan melihat hal-hal yang belum pernah
kita perkirakan sebelumnya. Kesulitan besar akan dialami ditempat tersebut. Disanalah hati terasa
copot, dan jiwa akan teringat waktu-waktu yang ditinggalkan tanpa amal. Serta berangan-angan sekiranya
bisa menambah kebaikan, pasti akan ringanlah hukuman yang ditimpakan. Namun itu tidak mungkin. Allah
berfirman (QS Yunus : 30) :“ Ditempat itu (padang mahsyar) tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari
apa yang telah diperbuatnya dulu, mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya
dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan.”

Wahai Sahabat, Kecemasan dan
penyesalanterhadap dunia yang berakhir dengan kemusnahan dan kerusakan; kecemasandan penyesalan
terhadap umur panjang namun membosankan, semua itu tidak ada artinya.Waktu terbuang percuma diatas
permadani permainan dan kealpaan, siang malam dihabiskan untuk kenikmatan dan kesenangan fana serta
syahwat, atau membaca bacaan yang merangsang bahkan mendorong pada perbuatan dosa dan kesalahan
besar.

Dengan penyesalan yang tak terhingga itu, kita pergi dan tak akan kembali. Penyesalan
atas dosa yang pasti dihisab (dihitung), baik yang besar maupun yang kecil, penyesalan atas kalbu yang
alpa dalam kegelapan, penyesalan atas lidah yang tak henti-hentinya berdusta, bergunjing, memfitnah,
dan lain sebagainya; penyesalan atas lidah yang tak pernah berdzikir kepada Allah Pencipta langit,
semua itu tinggal penyesalan dan penyesalan. Alangkah ruginya orang yang menghabiskan umurnya dalam
kemungkaran dan dosa besar, orang yang dagangannya maksiat dan
dosa-dosa.

Wahai Sahabat…Janganlah berbicara tentang dunia seolah seperti layaknya
orang zahidin (orang yang tidak tamak kepada dunia), namun perbuatan kita didunia tak ubahnya seperti
orang-orang yang memuja dunia. Kita menyukai orang shalih tapi tidak beramal seperti mereka. Kita
benci kepada orang yang berbuat kemungkaran, sementara kita sendiri justru seperti mereka.Kita takut
mati karena merasa banyak dosanya, hingga sama sekalit idak ingin mati. Kita tidak yakin pada rezeki
yang diberikan dan tidak melakukan apa yang diwajibkan. Kita tenang-tenang saja mengerjakan dosa saat
memperoleh kenikmatan, bahkan meminta tambahan kenikmatan lagi tanpa bersyukur.

Ya Allah
anugrahkanlah kepada kami perbaikan atas kekurangan-kekurangan yang ada pada kami. Jadikanlah takwa
sebagai bekal kami. Dalam agama-Mu kami berjihad. Kepada-Mu-lah kami bertawakaldan bersandar, dengan
rahmat-Mu Allah Yang Maha Pengasih.

Wahai para hamba Allah, Bagaimanakah bila ruh telah sampai
ditenggorokan, dan betis-betis saling bertindih, suami istri saling berpisah dengan anak-anak dan
teman-temannya? Bagaimanakah bila sudah diusung diatas pundak-pundak, dan kemudian dibaringkan dengan
berbantal tanah dalam kegelapan kubur, serta sempitnya lahat? Bagaimanakah bila datang kepada anda
malaikat Munkar dan Nakir yang mendudukkan anda lalu bertanya? Bagaimanakah bila anda keluar dari
kubur pada hari kebangkitan nanti? Bagaimanakah bila rapor anda berterbangan, sedang shirat(titian)
telah dipasang, timbangan telah disiapkan. Allah, Allah…Ingatlah wahai hamba Allah, inilah tempat
kembali. Inilah akhirnya.

Wahai Sahabat, Pintu taubat masih terbuka dan Allah masih
membebaskan hamba-Nya yang mukmin. Kembalilah dan datanglah kepada-Nya dengan tunduk.
Luangkanlah waktu untuk menghadapkan wajah kepada-Nya sebagai ganti atas sibuknya urusan dunia yang
fana ini. Semoga Allah memperbaiki keadaan kita, dan mengampuni dosa-dosa kita.